Jambi-Viral video rekaman kekerasan pengeroyokan yang sengaja dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa terhadap Kader HMI pada penutupan PBAK Mahasiswa baru di kampus UIN STS Jambi.

Tampak sekelompok oknum mahasiswa sengaja melakukan tindakan kekerasan menganiaya secara brutal kader HMI hingga menyebabkan luka robek pada kepala kader HMI hingga harus di larikan ke rumah sakit terdekat.

Menyikapi hal itu iin habibi sekretaris MD KAHMI Kota Jambi mengatakan Kampus selayaknya menjadi ruang akademik, wadah pengembangan diri, interaksi sosial, serta proses belajar mengajar malah menjelma menjadi tempat premanisme yang terang-terangan melakukan aksi kekerasan dan penganiayaan di dalamnya.

“Jika ini terus di biarkan maka tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada mahasiswa-mahasiswi lain nya yang ada pada kampus UIN STS Jambi, Saya juga menyayangkan sikap rektor yang pasif terkesan membiarkan aksi penganiayaan itu terjadi begitu saja tanpa ada sikap yang jelas atas tindakan melanggar hukum tersebut” Tegas Iin

Penegakan hukum harus dilakukan, kemarin malam kasus perusakan, penganiayaan yang sengaja dilakukan oleh oknum2 mahasiswa yang berlagak preman sudah di laporkan di polda jambi.

“Atas Perbuatan tidak terpuji yang mereka lakukan maka saya minta Polda Jambi segera menahan pelaku kekerasan dan rektor juga sudah layak memberhentikan siapa saja mahasiswa yang melakukan kekerasan tersebut” Tambah Iin.

Lebih lanjut Iin Juga meminta Rektor UIN Sutan Thaha harus bertanggungjawab atas kejadian pengeoyokan tersebut.

“Rektor jangan main-main kasus ini, jangan berupaya menutupi kebobrokan yang telah mencoreng wajah kampus islam yang seharus nya menjadi tempat norma-norma islam itu diajarkan” Ungkap Iin

Dirinya juga mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di kampus UIN Sutan Thaha Jambi yang di kenal sebagai kampus besar di Provinsi Jambi.

“perlu adanya identifikasi dan buka-bukaan apa saja yang sebenarnya terjadi pada kampus UIN Itu, kita hanya butuh waktu sebentar untuk menguak penyimpangan dan tindak pidana korupsi yang diduga terjadi pada kampus UIN itu. Jelas Iin

Pilihannya berhentikan mahasiswa yang melakukan kekerasan, dan lakukan penegakan hukum atau jika tidak rektornya sudah layak untuk di berhentikan. Tutupnya (Guh)