Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk menilai: ini bukan lagi soal proses, tapi soal kemauan. Bukan lagi soal hambatan, tapi soal keberanian. Karena pemimpin yang kuat akan mencari jalan, sementara pemimpin yang lemah akan terus mencari alasan.
Jika gubernur benar-benar serius, seharusnya ada langkah konkret, Memastikan BUMD siap dan profesional, Menyelesaikan skema pembiayaan tanpa berlarut
Berkoordinasi dengan Pemerintah pusat agar tidak mengabaikan hak daerah. Menyampaikan progres secara terbuka kepada publik
Namun jika semua itu tidak terjadi, maka publik berhak menyimpulkan satu hal: ada kegagalan dalam memimpin.
Hari ini, masyarakat Jambi tidak butuh penjelasan normatif. Mereka butuh hasil. Mereka butuh keberanian. Mereka butuh pemimpin yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga hadir secara nyata dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
Karena pada akhirnya, sejarah akan mencatat: di tengah peluang besar yang terbuka, apakah gubernur memilih bertindak, atau justru membiarkannya hilang begitu saja.
Dan jika lima tahun berlalu tanpa hasil, maka kritik bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. (*)

