KERINCI — Annisa Nisrina Jauhari, perwakilan Kabupaten Kerinci yang meraih predikat Gadis Jambi Berbakat 2025, menegaskan pentingnya pelestarian budaya Kerinci sebagai identitas kolektif masyarakat Sakti Alam Kerinci, yang dikenal sebagai bagian dari suku Melayu tertua di Nusantara.
Dalam berbagai kesempatan, Annisa menyampaikan bahwa Kerinci tidak hanya kaya akan adat dan tradisi, tetapi juga memiliki warisan intelektual yang bernilai tinggi, yakni naskah-naskah kuno Kerinci yang dikenal sebagai salah satu naskah tertua di dunia. Naskah tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kerinci telah memiliki peradaban, sistem pengetahuan, dan tradisi literasi jauh sebelum masa kolonial.
“Kerinci bukan hanya soal keindahan alam dan adat istiadat, tetapi juga pusat peradaban tua yang meninggalkan jejak pengetahuan melalui naskah-naskah kuno. Ini adalah identitas yang harus kita jaga bersama,” ujar Annisa, Jum’at (09/01/2026)
Menurut Annisa, keberadaan naskah kuno tersebut memperkuat posisi Kerinci dalam peta sejarah kebudayaan Melayu. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya bangga secara simbolik, tetapi juga aktif mempelajari, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan budaya Kerinci secara berkelanjutan.
Annisa juga mengajak generasi muda Kerinci untuk tidak terjebak dalam rasa minder terhadap budaya luar. Ia menilai identitas Sakti Alam Kerinci justru merupakan modal sosial dan kultural yang dapat diangkat ke tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai Gadis Jambi Berbakat 2025, Annisa berkomitmen menjadikan platform yang dimilikinya sebagai ruang edukasi dan advokasi budaya, termasuk memperkenalkan sejarah naskah kuno Kerinci, bahasa daerah, serta nilai-nilai adat kepada publik yang lebih luas.
“Menjaga budaya berarti menjaga jati diri. Ketika generasi muda Kerinci bangga pada identitasnya, maka budaya Sakti Alam Kerinci akan tetap hidup dan relevan sepanjang zaman,” tutup Annisa. (*)

