KERINCI – Upaya mahasiswa untuk terus mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial kembali diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Resonansi Alam: Suara dari Alam yang Luka”, yang dikemas dalam bentuk konser dan diskusi publik, Rabu (12/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan dialektika publik mengenai persoalan lingkungan hidup yang kian kompleks, khususnya dampak eksploitasi alam yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui pendekatan seni dan diskusi, mahasiswa berupaya menghadirkan isu lingkungan ke ruang yang lebih dekat, inklusif, dan mudah dipahami.
Diskusi publik menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang akademisi, aktivis, hingga komunitas kreatif. Mereka menyoroti pentingnya kesadaran ekologis, peran masyarakat sipil, serta tanggung jawab moral generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ketua Formakip-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, yang turut menjadi salah satu pembicara, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh berhenti pada peran akademik semata. Menurutnya, mahasiswa harus terus terlibat aktif dalam isu-isu sosial dan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan moral.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menyuarakan kepentingan publik, termasuk persoalan lingkungan. Forum-forum seperti ini penting agar mahasiswa tidak tercerabut dari realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi dan penggiat lingkungan yang hadir menilai bahwa kolaborasi antara seni, diskusi, dan gerakan mahasiswa merupakan pendekatan efektif dalam membangun kesadaran kolektif. Isu lingkungan dinilai tidak cukup disampaikan melalui data dan regulasi semata, tetapi juga perlu sentuhan kultural agar lebih membumi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa penerima KIP-K menunjukkan konsistensinya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penerima manfaat pendidikan, tetapi juga sebagai aktor yang berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial. Semangat tersebut sejalan dengan nilai dasar mahasiswa sebagai agent of change dan social control dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)

