Kerinci – Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (FORMA KIP-K) IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya transparansi dan keterbukaan informasi di lingkungan mahasiswa penerima manfaat program KIP-K. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan organisasi berperan sebagai wadah aspiratif bagi seluruh anggotanya.
Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, menjelaskan bahwa transparansi bukan hanya bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter organisasi di era demokrasi kampus. Menurutnya, setiap kebijakan yang dibuat harus berlandaskan kebutuhan anggota dan mengikuti aturan yang berlaku.
“Sebagai pemimpin organisasi di era demokrasi, tentu setiap kebijakan perlu mempertimbangkan kebutuhan anggota berlandaskan aturan yang berlaku. Sedari awal sebelum memimpin saya selalu mengupayakan agar organisasi benar-benar menjadi wadah aspiratif, dan mampu mengidealkan kebutuhan bersama sebagai kebijakan nantinya,” ujar Dzikril.
Ia menambahkan, sejak awal kepemimpinannya, FORMA KIP-K telah mencanangkan pertemuan rutin dengan anggota serta menyediakan layanan aspirasi secara daring agar mahasiswa dapat menyampaikan masukan dengan mudah. “Kami membuat layanan online agar aspirasi dapat disampaikan dengan mudah,” jelasnya.
Dzikril juga menekankan bahwa mahasiswa penerima KIP-K harus memiliki rasa percaya diri dan tanggung jawab moral sebagai penerima manfaat negara. Ia menilai bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga amanah untuk berkontribusi nyata terhadap kampus.
“Di luar sana banyak yang membutuhkan. Karena itu, mahasiswa penerima KIP-K harus benar-benar layak dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus,” ungkapnya.
Selain itu, FORMA KIP-K juga mendorong lahirnya program unggulan untuk mengangkat kembali citra Kerinci sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi keilmuan. Melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan kompetensi, mahasiswa kini mulai berani bersaing dengan kampus besar seperti UNAND, UNJA, dan UIN.
“Faktanya, hasil dari program ini berdampak nyata. Dulu kita tidak berani bersaing dengan mahasiswa dari kampus besar, sekarang sedikit banyak kita sudah berani menegakkan kepala dengan kemampuan yang kita miliki,” kata Dzikril.
Dalam hal pengelolaan organisasi, Dzikril menegaskan bahwa setiap penggunaan dana dicatat dan dilaporkan secara terbuka kepada pembina selaku pengawas. Ia juga mengakui pentingnya evaluasi berkelanjutan agar pengurus tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Setiap pengeluaran selalu ada pelaporan kepada pembina. Meski begitu, sebagai manusia kami tentu bisa melakukan kesalahan. Karena itu, di kepengurusan kali ini kami membuka kritik dan saran sebagai upaya menjaga nilai-nilai organisasi,” tutupnya.
Melalui langkah-langkah ini, FORMA KIP-K IAIN Kerinci berharap dapat menjadi contoh organisasi mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip transparansi dan integritas di lingkungan akademik. Tutupnya (Guh)

