SUNGAI PENUH – Forum Pemuda Peduli Lingkungan dan Hutan (FOR-PULIH) secara resmi melayangkan surat permohonan audiensi kepada Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) pada hari ini. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi darurat sampah yang kian memprihatinkan di objek wisata Danau Kaco.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan terbaru yang dilakukan oleh tim FOR-PULIH, ditemukan tumpukan sampah plastik dan limbah pengunjung yang tidak terkelola di sepanjang jalur pendakian hingga bibir danau. Kondisi ini dinilai telah mencederai marwah alam Kerinci dan melanggar prinsip konservasi kawasan Taman Nasional.
Randi Vitora, Koordinator Lapangan FOR-PULIH, menegaskan bahwa surat audiensi ini bertujuan untuk mempertemukan tiga pihak utama (Tripartit), yakni BBTNKS, Pengelola Wisata, dan FOR-PULIH sebagai perwakilan masyarakat sipil.
“Kami tidak datang hanya untuk mengeluh. Kami membawa draf Nota Kesepakatan Bersama (MoU) dan SOP Manajemen Sampah yang baru. Kami mendesak adanya sistem Check-in dan Check-out sampah yang ketat, termasuk jaminan identitas pengunjung di pos registrasi, seperti yang telah sukses diterapkan di Gunung Kerinci,” ujar Randi dalam keterangannya di Sungai Penuh (23/01).
Lebih lanjut, FOR-PULIH juga mengusulkan opsi Penutupan Sementara kawasan Danau Kaco guna dilakukan pembersihan total (General Cleaning). Langkah ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Pembina FOR-PULIH yang juga menjabat sebagai Kepala KPHP Kerinci.
“Kami menuntut keadilan ekologis. Danau Kaco berhak mendapatkan standar perlindungan yang sama dengan objek wisata lainnya. Jika sistem pengelolaan tidak segera diperbaiki, kami khawatir ekosistem unik Danau Kaco akan rusak secara permanen,” tambah Randi.
FOR-PULIH berharap pihak BBTNKS dapat segera menanggapi permohonan audiensi ini dalam waktu dekat demi menyelamatkan salah satu aset alam paling berharga di Kerinci.(*)

