Dara Rizki Meilizia merupakan mahasiswi penerima beasiswa KIP-K yang sejak semester pertama perkuliahan, Dara telah menunjukkan kemandirian yang luar biasa. Dara mengelola setiap peluang dengan penuh tanggung jawab dan perencanaan matang.

Setiap kali dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) cair, Dara mengelolanya secara bijak. Dana tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni setengah untuk tabungan dan setengah lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang bersifat mendesak. Prinsip kehati-hatian inilah yang kemudian menjadi fondasi langkah besarnya.

Pada Mei 2025, Dara mengambil keputusan penting. Dana KIP yang diterimanya saat itu dialokasikan sepenuhnya untuk penyediaan fasilitas dan kebutuhan sebuah Rumah Belajar yang telah lama ia rencanakan. Keputusan tersebut bukan tanpa risiko, namun berangkat dari keyakinan dan niat kuat untuk memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Alhamdulillah, rencana tersebut berhasil direalisasikan. Hingga saat ini, Rumah Belajar yang dirintis Dara telah memiliki sekitar 40 siswa aktif dan didukung oleh empat tutor yang secara konsisten berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran. Rumah Belajar ini menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk memperoleh pendampingan belajar yang berkualitas.

Tak hanya berorientasi pada pendidikan, Rumah Belajar tersebut juga mengusung nilai sosial yang kuat. Dara membuka kesempatan bagi adik-adik dengan kriteria yatim, piatu, maupun yatim piatu untuk belajar tanpa dikenakan biaya SPP bulanan. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi.

Dara berharap Rumah Belajar yang ia rintis dapat terus berkembang, baik di masa kini maupun di masa mendatang. Selain memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, ia juga bercita-cita agar Rumah Belajar ini kelak mampu membuka peluang kerja bagi rekan-rekan yang ingin bergabung sebagai pendidik maupun tenaga pendukung.

“Kemandirian bukan sekadar mampu mencukupi diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana setiap usaha dikelola dengan penuh tanggung jawab dan visi jangka panjang,” ungkap Dara. Ia juga meyakini bahwa tidak semua hal besar diawali dengan kesiapan yang sempurna. “Beberapa justru tumbuh dari langkah kecil yang dilakukan dengan keyakinan,” tambahnya.

Kisah Dara menjadi bukti bahwa dana pendidikan, ketika dikelola dengan bijak dan disertai niat tulus, dapat menjadi jalan untuk menciptakan dampak nyata bagi negeri.