Kerinci– dalam menyambut datangnya malam Nisfu Syaban yang penuh berkah, FORMA KIP-K IAIN Kerinci mengajak seluruh mahasiswa penerima beasiswa untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik penguatan iman dan perbaikan diri.
Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, menyampaikan bahwa Nisfu Syaban bukan sekadar rutinitas kalender hijriah, melainkan ruang refleksi bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan antara prestasi akademik dan kualitas spiritual.
Dzikril menekankan tiga poin penting bagi pengurus dan anggota FORMA KIP-K:
1. Refleksi Diri (Muhasabah): Mengingat Nisfu Syaban dipercaya sebagai malam penutupan buku amal, mahasiswa diharapkan mengevaluasi niat dalam menuntut ilmu.
2. Mempererat Silaturahmi: Dzikril menghimbau agar momentum ini digunakan untuk saling memaafkan, memperkuat kekompakan internal organisasi, dan menghilangkan sekat perbedaan.
3. Optimalisasi Ibadah: Beliau mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk mengisi malam tersebut dengan doa, zikir, dan amalan kebaikan lainnya sebagai bekal menuju bulan suci Ramadan.
“Malam Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat bagi kita, khususnya mahasiswa KIP-K IAIN Kerinci, untuk mengetuk pintu langit. Sebagai penerima amanah negara, kita tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tapi juga harus memiliki kedalaman spiritual dan adab yang baik,” ujar Dzikril Ikhsan.
Dzikril juga berharap agar semangat Nisfu Syaban ini dapat membawa keberkahan bagi jalannya roda organisasi FORMA KIP-K ke depan. Ia berkomitmen untuk terus membawa organisasi ini menjadi wadah yang inklusif dan religius bagi seluruh mahasiswa penerima beasiswa di lingkungan IAIN Kerinci.
“Semoga doa-doa yang kita panjatkan di malam yang mulia ini dikabulkan, dan kita semua dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat walafiat,” tutupnya.

