KERINCI, [20 Januari 2026] – Kondisi objek wisata Danau Kaco yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kian memprihatinkan. Tumpukan sampah plastik dan sisa logistik pengunjung dilaporkan meluap di sepanjang jalur pendakian hingga ke bibir danau, mengancam ekosistem warisan dunia tersebut.
Menanggapi hal ini, aktivis lingkungan Randy Vitora menyampaikan kritik keras terhadap pihak pengelola yang dinilai hanya mengutamakan profit tanpa menjalankan tanggung jawab pelestarian lingkungan.
“Sangat miris melihat permata Kerinci seperti Danau Kaco dipenuhi sampah. Padahal, pengunjung dibebankan biaya masuk Rp10.000 dan parkir Rp15.000. Jika dalam satu akhir pekan ada 200 pengunjung, ke mana larinya dana retribusi tersebut jika untuk biaya kebersihan saja tidak teralokasi? Ini adalah bentuk pembiaran yang terstruktur terhadap kerusakan hutan,” tegas Randy Vitora.
Lebih lanjut, Randy mendesak otoritas terkait untuk segera mengambil langkah luar biasa demi menyelamatkan kawasan tersebut.
“Saya mendesak pihak pengelola untuk segera menutup sementara objek wisata Danau Kaco. Penutupan ini diperlukan untuk melakukan aksi pembersihan total (general cleaning) dan pemulihan ekosistem tanpa gangguan aktivitas wisata. Jangan sampai keindahan yang diakui dunia ini hancur hanya karena manajemen yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Randy juga melayangkan desakan kepada Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dan Pemerintah Daerah untuk tidak tinggal diam. Ia meminta adanya regulasi yang lebih tegas, seperti sistem deposit sampah bagi pengunjung dan sanksi administratif bagi pengelola yang lalai.
“Kami mendesak pemangku kebijakan untuk mengambil langkah tegas. Danau Kaco bukan sekadar tempat wisata, ini adalah warisan dunia yang harus dijaga martabatnya. Jika pengelola saat ini tidak sanggup menjaga kebersihan, maka harus ada evaluasi total atau pengalihan mandat pengelolaan kepada pihak yang lebih peduli pada keberlanjutan alam,” tutup Randy.
Forum Pemuda Peduli Lingkungan berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga ada perubahan nyata di lapangan. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan pembersihan, mereka berencana melakukan aksi sosial yang lebih besar untuk menyelamatkan Danau Kaco.(*)

