Muaro Jambi – Semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat pedesaan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Jambi (UNJA). Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATEHTA) Fakultas Pertanian UNJA sukses menggelar Program Inovasi Desa (PRO-IDE) di Desa Maju Jaya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, pada 13 dan 22 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kewirausahaan Produk Bubuk Cabai dan Abon Cabai di Desa Maju Jaya,” program ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi hasil pertanian lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Acara yang dipusatkan di Lapangan Desa Maju Jaya ini mendapat sambutan hangat. Turut hadir perwakilan dari Pemerintah Desa, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tamu istimewa dari Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai bentuk dukungan.

Chandra Hadi Kusuma, Ketua Tim PRO-IDE, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini adalah wujud kontribusi mahasiswa untuk mendorong semangat kewirausahaan di masyarakat, khususnya melalui produk olahan cabai.
“Kami berharap inovasi abon dan bubuk cabai ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Desa Maju Jaya,” ujar Chandra.

Secara resmi, kegiatan di dukung oleh seluruh masyarakat Desa Maju Jaya, selain itu Fase sosialisasi pada 13 Oktober, yang dipaparkan oleh Wahyu Feryansyahdan Hamzil,  berhasil menarik antusiasme dari masyarakat. Mereka memaparkan latar belakang, potensi ekonomi, dan rencana pendampingan dalam pembuatan abon dan bubuk cabai melalui diskusi interaktif dan tayangan video.

Puncak kegiatan adalah sesi pelatihan praktik langsung pada 22 Oktober. Masyarakat dilatih secara intensif oleh Tim PRO-IDE HIMATEHTA UNJA, mulai dari: Pemilihan bahan baku, Teknik pengeringan yang tepat, Proses penghalusan, serta Standar pengemasan produk.

Setelah demonstrasi, peserta secara aktif mempraktikkan langsung proses produksi di bawah bimbingan tim mahasiswa. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya tentang peluang usaha dan pengolahan hasil pertanian lokal.

Program PRO-IDE ini diinisiasi oleh 13 mahasiswa berdedikasi dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian UNJA, tim ini berhasil merencanakan dan melaksanakan seluruh tahapan kegiatan, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Dengan adanya kegiatan tersebut menandai adanya komitmen keberlanjutan dan semangat kolaboratif. Inisiatif mahasiswa ini diharapkan tidak hanya mentransfer pengetahuan teknis pengolahan pangan, tetapi juga berhasil menumbuhkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Tutupnya (Guh)